Senin, 28 September 2015

M A T E M A T I K A

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya:
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti,  yg bisa kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.
         
Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).

Maknanya adalah:
- Kalau kita melakukan perbuatan baik, seperti sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).

Tetapi ketika kita melakukannya dengan Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Allah akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh berkah)

✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu

✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan untuk orang lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira atau engkau duga duga

✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah menjadikan orang lain membahagiakan kita

✔ Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"

✔ Setiap kali engkau memberi maka di saat itulah engkau diberi (oleh Allah) tanpa engkau meminta.

Kamis, 24 September 2015

Alkisah dulu ada seorang Jomblo, namanya Bill. Karena jomblo dan ga ada kerjaan dia bikin bisnis, dia kasih nama Microsoft. Bisnisnya sistem operasi untuk komputer. Ternyata bisnisnya booming dan ia jadi orang paling kaya didunia.

Ga berapa lama ada 2 org sahabat Larry sama Serge, karena sama2 Jomblo, kepinteran, dan ga ada kerjaan, mereka sering iseng mencari2 file, karena susah nyarinya, mereka bikin mesin pencari sambil jadi bisnis, namanya Google. Sama meledak juga, dan sempat menjadi merek no. 2 paling berharga didunia (dibawah Coca Cola saat itu.)

Keduanya sangat sukses dan ga pernah bersinggungan, satu bisnis sistem operasi (OS), yang satu lagi bisnis mesin pencari. Dunia tentram, bisnis lancar..

Tapi seuatu hari, Bill ngelirik bisnis tetangga, ternyata bisnis iklannya Google menguntungkan dan memutuskan bikin mesin pencari, namanya Bing. Serge dan Larry juga ngelirik sebelah dan bikin bisnis sistem operasi namanya Chrome OS dan Android.

Bill nitip bisnisnya ke Ballmer, CEO yang baru, eh doi malah bikin Windows Phone karena ngelirik Android.

Bisnis yang tadinya ga ada hubungannya kini bersaing keras. Sikut2an di kolam yang sama.

Sementara, nun jauh disana, ada Steve Jobs yang terus fokus, ga ngelirik tetangga, bikin bisnis namanya Apple.

Sekarang Apple menjadi Bisnis paling profitable dan merek paling bernilai di dunia. Ngambil status yang tadinya disandang sama Microsoft dan Google sekaligus. Padahal tadinya Microsoft dan Google (masing2) memiliki nilai merek yang jauh diatas Apple.

Padahal toh sampe sekarang, sumber penghasilan paling besarnya Google tetep iklan, jauh diatas Android dan bisnis lain mereka, dan sumber penghasilan terbesar Microsoft tetep Windows OS, jauh diatas Windows Phone apalagi Bing.

Pelajarannya: jangan kebanyakan ngelirik kesuksesan orang lain. Kadang kita sering terlalu fokus ke pencapaian orang atau kesuksesan kompetitor sampe lupa ke elemen paling penting dalam bisnis: konsumen..

Senin, 14 September 2015

Kesulitan itu tidak akan pernah hilang, mestinya kita berbahagia karenanya, sebab dengan kesulitan itu kita diberi sebuah kehormatan untuk memikirkan yang orang lain tidak diberi kesempatan itu. Diberi kesempatan untuk terbang lebih tinggi lagi.



Minggu, 13 September 2015

Sabtu, 12 September 2015

All about Debt
Yusdi Ghazali ketua Debt Free Center (DFC)

- Merasa megang uang besar, gaya hidup jadi berbeda. Kita tidak sadar bahwa uang itu berasal dari mana.
Ada yang omsetnya hingga 20 Milyar tapi ternyata uangnya tidak ada.
- Hutang adalah ilusi kekayaan. Apakah benar-benar kaya, pura-pura kaya atau terlihat kaya?

- Money is not ingredient of a business, it's a FUEL. Don't lead your business with your money, but your time and skill.

- Kapan kamu butuh uang besar untuk usahamu? Ketika kamu siap dan tepat untuk mematangkan.

- Perjalanan bisnis tidak langsung besar dan naik. Ada proses yg kita lalui. Analoginya anak" yg baru bisa berjalan langsung dikasih motor. Salah satu tolak ukur adalah LAPORAN KEUANGAN. Dr laporan keuangan apakah bisnismu untung dan uangnya ada?
Bukan hanya LAPORAN KEUANGAN tapi Laporan Keuangan yang BENAR. Sudahkah paham OCF, ICF, FCF? Ikuti financial literacy

- Bisnis kamu bisa hidup berasala dana dari mana. Apakah perputaran uangnya berasal dr keuntungan dan produktivitas usaha atau dana injeksi dr luar. Kita memegang uang setiap hari yg cukup besar merasa bisnis anda aman.

- Jenis Hutang:
Good Debt: Hutang yang bisa membiayai diri sendiri.
Bad Dent: Hutang yang harus meninggalkan bisnismu.

SOLUSI Menyelesaikan Hutang
How To Debt Free?
- Kondisi usaha saya apakah berada di lampu hijau, kuning atau merah. Itu bisa diketahui lewat LAPORAN KEUANGAN.
- Saya pernah mencari di google "Bagaimana menyelesaikan hutang". Muncul macam" banyak yg gk sesuai.

- 7 Harus 5 Jangan
1. Niat.
Apa itu niat?
Apakah Anda percaya bahwa hutang anda akan lunas? Tidak ada jalan buntu, yg ada adalah kehilangan keyakinan. Hutang adalah pilihan kita, maka hutang bukan takdir! Hal" yg bs kita pilih, itu ada pada pilihan pribadi masing". Akui kesalahan sendiri dan TOBAT.
Satu-satunya Ilmu yg bisa membawa kebahagiaan dunia dan akhirat adalah Islam. Sudahkah anda menjalani perintah  dan menjauhi larangannya.
 Seberapa cepat kita dapat melunasi hutang, ada pada keyakinan kita pada Islam. Senjatanya do'a, namun ada syarat dan ketentuan berlaku JANGAN LUPA ITU. IMAN + STRATEGI.

2. FOKUS 80% Peluang.
- coba pegang dan angkat air mineral gelas, ringan? Coba pegang berjam-jam berat gak, pegel gak? Itulah hutang. Kita pikirkan setiap waktu jd terasa berat.
- saya punya banyak perusahan, saya pilah-pilih mana yg menghasilkan 30% penghasilan dan pembayaran cash. Saya fokus pada peluang itu dan termyata itu ADA.

- Ikuti rambu" kehidupan (Al-Quran & Hadits). Tugas kita berjalan dengan penuh optomisme dan penuh keyakinan.

3. Hadapi Kenyataan dan Cut OFF. Biasanya kita gak mau dibilang bangkrut. Udah tinggalin aja sumber hutang jangn menutup hutang dengan hutang. Remember bad debt.
Saya bilang sama Istri "Mah, jika kita memang harus pindah rumah bahkan harus pindah kamar mohon siap. Tapi saya janji 3 tahun ke depan hidup kita LEBIH BAIK dr hari ini". Itu azzam saya. Ajak keluarga untuk siap bisa satu frekuensi dan menghadapi kenyataan.
Buka QS. Al-Baqarah 275-279.
Dosa paling kecil dari riba seperti menzinahi Ibu kandung sebanyak 36 kali.

4. Bangun Disiplin, terapkan konsep Clear CUT!
- Yang membedakan bisnis adalah cara memainkan bisnis itu sendiri. Karakterlah yg dibangun. Apapun baik itu jadi pengusaha/karyawan karakter adalah nomor satu.
- Masalah jangan sampai menyentuh keluarga apalagi anak".
- Nomor 1 ngasih uang buat keluarga atau cicilan? Hayooo ngaku


5. Miliki Sikap Kesungguhan
- Apa yg kita yakini (shodaqoh), pikirkan(fokus 80%), lakukan (cerita siti hajar), ucapkan (ucapan vs tindakan)?

Kalau boleh mensyukuri satu hal dlm hidup saya adalah kejatuhan bisnis saya.

6. Segera BAYARKAN ketika bisa
7. Berbuat baik sebanyak-banyaknya.
Kebaikan akan menarik kebaikan yg lebih banyak. Menolong orang tdk bs menunggu sukses. Menutup kesalahan lalu mempersiapkan yg terbaik.

5 Jangan dilakukan:
1. Jangan pernah asal janji. Biasanya didatangi debt kolektor kita ngasih janji, JANGAN!
2. Hindari dgn unsur PIDANA (mengekuarkan GIRO dan cheque mundur)
3. Jangan pernah berhutang untuk bayar BUNGA. Biasanya ini pada kondisi panic financial.
4. Ketahui HAK anda, jgn cari cara utk tdk bayar HUTANG. Contoh kredit di bank syariah pasal 5 deh.
5. Jangan pernah tergoda untuk minta SEDEKAH.

Yakin bahwa Allah satu-satunya penolong.
- Udah tahu dosa tinggalin!

Depok, 13 Sepetember 2015.
Sukses itu terdiri dari
1. Iman
2. Strategi
3. Sabar
HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN

ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.

“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.

“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”

“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah gemetar.
“Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni . Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”

“Kok bisa”

“Itu Kehendak Allah”

“Siapa orang tersebut?”

“Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (damaskus sekarang)”

Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun, Sepulang haji, ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.Sampai di sana ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai di sana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu

“Betul, siapa tuan?”

“Aku Abdullah bin Mubarak”

Said pun terharu, "bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaanya, akhirnya ia pun menceritakan perihal mimpinya.“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”

“Wah saya sendiri tidak tahu!”

“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini.

Maka Sa’id bin Muhafah bercerita, “Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarikalaka.
Ya Allah, aku datang karena panggilanMu. Tiada sekutu bagiMu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu. Tiada sekutu bagiMu.

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis, Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..
Ijinkan aku datang ya Allah..

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji".

“Saya sudah siap berhaji”

“Tapi anda batal berangkat haji”

“Benar”

“Apa yang terjadi?”

“Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”

“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?“

"ya sayang”

“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku” "sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Di situ ada seorang janda dan enam anaknya.

Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan:“tidak boleh tuan”

“Dijual berapapun akan saya beli”

“Makanan itu tidak dijual, tuan”, katanya sambil berlinang mata.

Akhirnya saya tanya kenapa?

Sambil menangis, janda itu berkata, “daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan”, katanya.

Dalam hati saya: Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?
Karena itu saya mendesaknya lagi
“Kenapa?”

“Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.“Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram".

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, dia pun menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.“Ini masakan untuk mu”

Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.”Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi”
Ya Allah……… di sinilah Hajiku
Ya Allah……… di sinilah Mekahku.Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air mata.

عبد الله ابن المبارك كاتب الكتاب"الجهادفي سبيل الله
Rujukan cerita diatas
Al-Imam Az-Zahabi ada buat kitab khusus tentang Imam Ibnul Mubarak iaitu "قضِّ نهارك بأخبار ابن المبارك" ada kisah ini di situ, begitu juga di kitab "Siyar A'lam An-nubala" karya Az-Zahabi juga, dgn lebih lengkap(8/378-421) dan Tarikh Kabir (5/212), Tarikh Sagheer(2/225) Hliyatul Awliya (8/162) Tarikh Baghdad (10/152) , dan sebahagiannya di Tahzibu Kamal dan Tazkiratul Huffaz dll.
1. Orang yang terjebak hutang krn pikiran nya selalu pada harta ..
2. Value yg dimiliki pengusaha akan menentukan usahanya.
3. Mulai lah usaha dengan uang sendiri , jangan berhutang.
Sumber Permodalan (Source of Fund)
- 4F+P
Founder (usaha rintisan usahakan dr modal sendiri, nikmati prosesnya)
Family (Siapa keluarga yg berpeluang untuk didekati)
Friend (hati" gara modal pertemanan hancur samakan frekuensi. Paham atas resiko)
Fools (orang" yg bodoh, uangnya banyak)

Professional atau Investor Professional (peluang permodalan paling besar. Tapi harus searah, pebisnis professional bertemu dgn investor professional)

- There is not lack of money, there is lack of good deal. (Kita bukan kekurangan uang tapi kekurangan kesepakatan investasi yg bagus) -> jika prospek bisnis jelas banyak peluang yang ada. Uang bukan masalah. Laporan keuangan rapi, omset dan keuntungan terlihat. Itulah bisnis yg jelas silahkan cari investor professional.

Contoh: Pak Hepi sbg professional krn bisnis dan pengalaman, maka investor mudah berdatangan untuk take a deal.

Pertanyaan amatir:
- untungnya berapa?
- berapa bagianku?

Pertanyaan investor professional:
- apakah bisnis ini layak dibiayai? Mana data dan dokumennya?
- Kita layak dibiayai tidak?
- Apakah resiko bisnis ini bisa dibiayai tdk?

4 Hot Buttons investor:
- Pent up demand. Ada gak ordernya? Kalau masih hitung"an prospek itu bukan permintaan atau order.
- Management, track record. Manajemennya seperti apa, bagaiamana menjalankan bisnisnya.
- Entry barrier. Semakin sedikit hambatan semakin bagus.
- Risk and reward relationship. Seberapa besar resiko dan timbal balik dr adanya suatu kerjasama.

Membiayai bisnis anda bukan cari uang tapi kamu tidak dapat membuat 'Good Deal'. Jika anda mampu membuat 'Good Deal' uang akan datang padamu.

Tawarkan sharing saham, jangan pelit! Padahal dengan investor resiko kita tidak ditanggung sendirian. Bagaimana kalau pinjam ke Bank, siapa yang menanggung resiko.

Berapa banyak 'yes' yang anda butuhkan untuk permodalan anda? Kejar dengan jelas dan cara yang benar. Bisnis tidak cukup besar tapi tiap bulan untung itu sangat enak untuk ditawarkan ke orang.

Jumat, 11 September 2015

7 Orang yang digolongkan syahid selain berperang fi sabilillah.

1. Hadits Pertama
Dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ
“Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).

2. Hadits Kedua
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa orang yang mati di selain medan jihad, namun beliau menggelarinya sebagai syahid.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?”

‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak.

“Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).

3. Hadits Ketiga
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari 2480).

PENJELASAN
Ketika mejelaskan hadis daftar orang yang mati syahid selain di medan jihad, Al-Hafidz Al-Aini mengatakan,

فهم شُهَدَاء حكما لَا حَقِيقَة، وَهَذَا فضل من الله تَعَالَى لهَذِهِ الْأمة بِأَن جعل مَا جرى عَلَيْهِم تمحيصاً لذنوبهم وَزِيَادَة فِي أجرهم بَلغهُمْ بهَا دَرَجَات الشُّهَدَاء الْحَقِيقِيَّة ومراتبهم، فَلهَذَا يغسلون وَيعْمل بهم مَا يعْمل بِسَائِر أموات الْمُسلمين
“Mereka mendapat gelar syahid secara status, bukan hakiki. Dan ini karunia Allah untuk umat ini, dimana Dia menjadikan musibah yang mereka alami (ketika mati) sebagai pembersih atas dosa-dosa mereka, dan ditambah dengan pahala yang besar, sehingga mengantarkan mereka mencapai derajat dan tingkatan para syuhada hakiki. Karena itu, mereka tetap dimandikan, dan ditangani sebagaimana umumnya jenazah kaum muslimin.” (Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, 14/128).

...tetap semangat menggapai ridho Allah swt.
"Kopi tumpah"

Di dunia ini kita dipisahkan oleh sebuah garis. Ada orang yang di atas garis dan ada orang yang di bawah garis.

Ownership
Accountability
Responsibility
______________

Blaming
Excuse
Denial

Orang-orang yang di bawah garis akan melakukan blame, excuse atau denial.

Misalnya orang datang telat ke kantor, ia ditanyakan oleh bosnya “kenapa kamu telat?”  Ia akan mulai blaming “anak saya rewel” … “istri saya telat bangunin” atau excuse “kena macet di tol Cawang” – padahal tol Cawang memang tiap hari macet, excuse ini cari-cari alasan yang tidak penting, yang lebih parah “denial” … “ah enggak ah, tidak telat kok!” dia mengelak mengakui kalau dia telat.

Sedangkan orang-orang yang ada di atas memiliki ownership, artinya semua yang terjadi di sekitar kita, kita terlibat untuk membuatnya menjadi lebih baik, sedangkan akuntability artinya kita bisa diandalkan untuk melakukan sesuatu, responsibility artinya kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan sesuatu.

Contoh ekstrim, di ujung sana ada nenek-nenek menyebrang, saya berdiri tidak jauh dari dia.

Nenek itu tiba-tiba jatuh terpeleset waktu menyebrang.

Simulasinya orang yang below the line :

Excuse “Wah saya jauh, masa saya tolong ?”

Denial “Ah gak lihat kok”

Sedangkan orang yang ada di atas garis akan membantu si nenek ini, dia memiliki ownership karena merasa terlibat terhadap lingkungan sekitarnya.


Ketika saya dan teman-teman mulai belajar bisnis, kami banyak bertemu mentor bisnis yang canggih-canggih, mereka jago dan sukses banget di bisnis, sewaktu kami bilang mau minta saran, mereka malah TIDAK mengajarkan cara bisnis, mereka TIDAK mengajari kami cara marketing yang jago, strategi produksi yang keren dll.

Mereka malah memberikan cerita KOPI TUMPAH.

Kopi tumpah ini menceritakan tentang orang yang di bawah garis VS di atas garis.


Cerita kopi tumpah memiliki setting sebuah keluarga kecil, bapak, ibu dan seorang anak perempuan masih SD.

Suatu pagi si anak mau berangkat sekolah, si ayah mau berangkat, ibunya mau buatkan kopi, lalu si ibu menempatkan kopi di meja tempat si bapak duduk, si ibu menempatkan kopi agak ke pinggir meja.

Si anak hari itu akan menghadapi ulangan, dia semangat sekali karena sudah persiapan beberapa hari sebelumnya.

Si anak yakin pasti bisa, turun tangga semangat sekali  ”papa..papa..nanti ulangan.. ” … PRAKK .. kena kopi, kopinya tumpah … tumpah ke paha si bokap.



Apa yang dilakukan bokapnya ? Kita simulasikan bokap yang di bawah garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … Anaknya di maki-maki “Kamu ini ceroboh banget ! jalan aja gak bener !”

Istrinya datang, di maki lagi sama si bokap “Kamu ini juga kenapa taruh kopi di pinggir banget !” … “Ya udah saya ganti celana dulu di atas”

Waktu si bapak ke lantai atas, yang jemput anaknya datang “TINN TINN .. Jemputan !!!“.

Si ibu bilang “aduh pak, ini anaknya lagi nangis… nanti ya saya antar sendiri”

Si bapak tak lama kemudian turun lagi, lihat anaknya masih nangis “lho kok dia belum sekolah ???”

“Loh kan tadi gara-gara kamu dia jadi nangis ??”

Mulai deh perang dunia ke-2 … cek cok lagi.

“Ya udah saya antar” .. bokapnya ngalah.



Dalam perjalanan ke sekolah semuanya serba salah .. lampu merah disalahin, macet disalahin … anaknya masih nangis di mobil “kamu ini nangis-nangis aja!”.

Tak lama kemudian, si anak sampai di sekolah telat, si bapak juga telat, bosnya nanya “kok kamu telat?” .. marah-marah lagi “kamu tidak tahu apa yang terjadi pada saya .. !”

Nah sampai di situ ceritanya, kalau kita lihat dari cerita ini, hanya karena kopi tumpah tadi dan apa respon si bapak itu bisa mengubah masa depan dengan signifikan :

Hubungan si bapak dan istrinya menjadi tidak baik.
Bapaknya bisa saja dipecat dari kantor karena tidak sopan.
Yang lebih parah si anak, dia sudah belajar gila-gilaan, karena kopi tumpah tadi dia tidak konsen ujian, terlambat sampai sekolah lagi.


Sekarang kita lihat, perbandingannya dengan orang yang ada di atas garis :

Lagi duduk, kena kopi, PRAKK … “Aaah panas-panas .. kamu sih semangat banget ! karena kamu semangat kamu harus ganti celana papa !”

“Gimana cara ganti celana papa ?”

 ”Yang penting kamu ulangan dapet 100 aja deh !”

“Oh iya iya.. aku pasti dapet 100″

Artinya si bokap merasa ada ownership terhadap kejadian ini, kalau dia tidak duduk di situ kan dia tidak kena tumpahan kopi.

“Mama-mama, buatin kopi lagi dong, kopi yang penuh cinta”

Mamanya jadi senang.

Bayangkan dengan awal seperti ini, harinya berubah total. Dari semua orang-orang berhasil yang saya temukan, mereka ada di atas. Jadi kita semua harus cepat-cepat pindah ke atas.